BEDAH PLASTIK REKONSTRUKSI & ESTETIK

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Soetomo

Jl. Prof. Dr. Moestopo 6 - 8 Surabaya Telp. 031-5020091  Fax. 031-5046391  email : bedahplastiksurabaya@yahoo.com

Symposium on Craniofacial Surgery


Tingkat kejadian kasus kegawatdaruratan kepala dan wajah di RSUD Dr. Soetomo cukup tinggi, kasus trauma maxillofacial tercatat sebanyak 180 kasus pada tahun 2010 dan 160 kasus pada tahun 2011, sedangkan kasus kasus cedera otak tercatat sebanyak 1588 kasus pada tahun 2006, dengan angka kematian sebesar  6,171%. Selain itu bayi yang lahir dengan kelainan kongenital struktur kraniofacial di RSUD dr. Soetomo cukup sering ditemui. Sehingga diperlukan penanganan yang cepat, tepat, dan akurat.

Dalam upaya memberikan pelayanan yang optimal pada kasus kegawatdaruratan kepala dan wajah dan kelainan congenital kraniofasial, seorang tenaga kesehatan khususnya dokter juga dituntut untuk memiliki kemampuan dan keterampilan dalam mendeteksi serta menangani kasus kegawatdaruratan kepala dan wajah serta kelainan congenital kraniofasial,  sebagai ujung tombak penanganan di  lini primer. Oleh karena itu diperlukan penyegaran ilmu dalam penanganan kasus-kasus kraniofasial tersebut.

Berkaitan dengan hal itu, Departemen Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD dr. Soetomo Surabaya bekerjasama dengan Departemen Bedah Saraf, Departemen Anestesiologi dan Reanimasi, Departemen Obstetri dan Ginekologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Departemen Ilmu THT, Departemen Ilmu Kesehatan Mata dan Departemen Psikiatri menyelenggarakan Multidiscipline Lecture “Kegawatdaruratan Kepala dan Wajah” dan “Diagnostic and Treatment for Congenital Craniofacial Abnormalities Update” untuk berbagi ilmu mengenai deteksi serta tatalaksana sistematis pada pasien dengan kelainan congenital kraniofasial.

Tujuan dan manfaat diselenggarakannya acara ilmiah ini adalah untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam manajemen pasien dan tatalaksana kegawatdaruratan kepala dan wajah dan kelainan congenital kraniofasial di bidang bedah plastik, dibarengi dengan tambahan wawasan yang melibatkan ilmu bedah saraf, ilmu anestesi, ilmu obstetric dan ginekologi, ilmu kesehatan anak, ilmu THT, ilmu kesehatan mata dan ilmu psikiatri

Hingga tahun 2016 Departemen Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Univ. Airlangga/ RSUD Dr. Soetomo Surabaya telah menyelenggarakan 2 kali symposium multidisiplin kraniofasial yang masing-masing berlangsung selama satu hari, dihadiri oleh baik mahasiswa kedokteran, dokter umum, dokter spesialis maupun perawat. Peserta yang hadir banyak yang berasal dari luar pulau Jawa. Seminar pertama diadakan pada tanggal 21 Mei 2016 yang membahas tentang “Kegawatdaruratan Kepala dan Wajah”. Pada sesi pertama, dibahas mengenai penanganan kegawatdaruratan pada penderita cedera otak secara komprehensif meliputi pemaparan mengenai resusitasi awal pasien penderita cedera otak disertai pemaparan mengenai penanganan dini pada kasus cedera otak akut.  Materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai zygoma maxilla fracture yang sering terjadi pada pasien yang mengalami trauma atau cedera kepala.  Materi terakhir pada sesi ini membahas manajemen dan monitoring selama perawatan penderita trauma kepala dan wajah.

Pada sesi kedua, pembahasan difokuskan pada beberapa subbahasan terkait kegawatdaruratan kepala dan wajah yang lebih spesifik. Pada materi awal sesi kedua diberikan gambaran umum mengenai manajemen pada pasien trauma cedera tulang belakang. Materi selanjutnya difokuskan pada beberapa keadaan yang juga sering terjadi pada pasien trauma kepala dan leher yaitu trauma dan dislokasi mandibula,  panfacial dan  NOE fracture. Pada materi keempat, materi yang dibahas meliputi perawatan intensif pasien cedera otak dan trauma maksilofasial di ruang ICU. Pembahasan mengenai manajemen parut pada luka dibahas secara detail pada materi terakhir sesi kedua ini.

Symposium maksilofasial kedua diadakan pada tanggal 12 November 2016. Dalam simposium ini materi-materi yang disajikan terfokus dalam membahas teknik diagnostik dan manajemen pada kelainan congenital kraniofasial yang saat ini banyak digunakan di Indonesia. Materi pertama pada  sesi pertama membahas upaya deteksi dini kelainan kraniofasial. Materi kedua berupa pemaparan mengenai aspek psikologis pasien yang menjalani pembedahan kraniofasial.  Berikutnya dipaparkan mengenai asuhan kebidanan kehamilan dan persalinan pada bayi dengan kelainan congenital kraniofasial.

Sesi kedua difokuskan pada pengenalan umum kelainan kongenital yang sering dijumpai diantaranya Micro-macrocephaly, Meningo-encephalocele, Craniosynostosis syndromic and non syndromic, Cleft lip and palate dan Congenital ear anomalies and other congenital craniofacial abnormalities. Pada sesi ketiga, peserta diberikan pengetahuan lebih mengenai kegawatan pada anak-anak dengan kelainan kraniofasial, Obstructive sleep apneu pada kelainan kraniofasial kongenital, bagaimana mengevaluasi pendengaran dan pencegahan otitis media pasien cleft palate, pemeriksaan mata pada pasien dengan Congenital Craniofacial Anomalies serta membahas mengenai kelaian congenital mata yang sering dijumpai di Indonesia. Di sesi akhir peserta memperoleh  kesempatan untuk berdiskusi dengan para pembicara untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam agar nantinya dapat membantu praktik langsung pada kasus-kasus yang ditemui di masyarakat.

Departemen Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Universitas Airlangga/ RSUD Dr. Soetomo Surabaya berencana akan menyelenggarakan symposium serupa sebagai agenda rutin setiap tahunnya dengan pokok bahasan yang lebih variatif dalam bidang kraniofasial. Bagi tenaga medis maupun paramedis, symposium ini sangat bermanfaat karena terakreditasi langsung oleh IDI maupun PPNI. Simposium ini diharapkan menjadi kesempatan yang baik untuk menambah pengetahuan spesifik di bidang kraniofasial.