BEDAH PLASTIK REKONSTRUKSI & ESTETIK

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga - RSUD Dr. Soetomo

Jl. Prof. Dr. Moestopo 6 - 8 Surabaya Telp. 031-5020091  Fax. 031-5046391  email : bedahplastiksurabaya@yahoo.com

Symposium and Workshop on Emergency Management of Major Burn

atau  Burn Center  (hospital).  Penanganan  pra-hospital  yang  baik  dan cepat  sangat mempengaruhi derajat berat luka bakar dan keberhasilan penanganan  selanjutnya. Penanganan  spesifik  tahap  awal  tersebut  dapat  dilakukan  oleh  masyarakat di sekitar tempat kejadian, paramedic maupun tim medis. Kerusakan organ akibat  kontak  yang  terlalu  lama  dengan  sumber  panas dapat  diminimalisir  dengan  pertolongan  pertama  yang  tepat,  cepat  dan  cermat.

            Dari ilustrasi di atas, sebagai upaya peningkatan keilmuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam penanganan luka bakar, beberapa seminar mengenai luka bakar secara rutin diadakan. Salah satunya adalah “Emergency Management of Major Burn” yang rutin diadakan oleh Departemen Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik RSUD Dr. Soetomo Surabaya setiap bulan Maret dan Oktober. Acara ini terbagi menjadi Simposium dan workshop yang ditargetkan khusus untuk para tenaga kesehatan.

            Acara yang berlangsung selama satu hari ini dibatasi sebanyak 40 peserta yang tersebar dari berbagai kota di Indonesia. Kebanyakan dari peserta berprofesi sebagai dokter umum dan tenaga keperawatan, namun bahkan ada beberapa yang masih berstatus sebagai mahasiswa kedokteran.

            Pada sesi simposium, peserta akan diberi kuliah langsung dari para dokter ahli RSUD Dr. Soetomo di bidang luka bakar, yaitu para dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik, dan dokter Spesialis Anestesi dan Reanimasi. Topik kuliah tersebut antara lain mengenai penanganan luka secara umum, prinsip pemeriksaan luka bakar yang baru terjadi, pengenalan dan penanganan luka bakar akibat listrik dan bahan kimia, penanganan luka bakar pada anak, dan penanganan pada pasien dengan luka bakar di tempat kejadian beserta tahapan merujuknya ke rumah sakit. Di akhir setiap kuliah, para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya kepada para pembicara maupun bertukar pengalaman yang mereka miliki.

            Pada sesi workshop, peserta dapat menenerapkan materi yang didapat dari simposium sebelumnya pada kasus atau boneka coba (manekin) yang ada. Workshop ini terbagi menjadi tiga station, yaitu penanganan jalan napas dan pernapasan, terapi cairan, dan pengenalan serta penanganan luka. Setiap station akan dibimbing oleh para dokter ahli yang bertindak sebagai instruktur. Pada swtation pertama, peserta dapat mencoba teknik pemasangan berbagai alat bantu pembebasan jalan napas pada manekin yang ada dan mempraktikkan pemeriksaan sistem pernapasan yang benar. Pada station kedua, peserta akan dihadapkan pada soal-soal kasus coba tentang perhitungan terapi cairan pada luka bakar dan mempraktikkan pemasangan jalur terapi cairan pada manekin yang ada. Dan pada station ketiga, peserta dapat mempraktikkan cara penanganan berbagai jenis derajat luka bakar yang digambarkan pada berbagai model luka bakar yang disediakan. Peserta juga diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada para instruktur. Pada akhir acara, peserta yang paling aktif bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para instruktur akan mendapat hadiah.

            Insiden kebakaran sangat sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, terutama terjadi akibat terpapar api, air panas, listrik, ataupun bahan kimia yang bersifat basa dan asam keras. Ledakan bom, kecelakaan jatuhnya pesawat, ledakan tabung LPG di rumah tangga, ledakan kilang minyak, kecelakaan kerja berupa tersetrum listrik, ataupun tersiram zat kimia merupakan beberapa kejadian yang sering dialami oleh masyarakat yang berpengaruh dengan tingginya insiden luka bakar di Indonesia. Luka bakar merupakan trauma yang memerlukan penanganan spesifik  karena dapat menyebabkan kecacatan yang akan menghambat aktifitasnya di kemudian hari, dan pastinya akan mengakibatkan kerugian personel bagi suatu instansi. Penanganan  korban  luka  bakar  harus  dimulai  sejak  di tempat  kejadian,  Pos Lapangan  (pada musibah massal),  di dalam ambulance  (pra-hospital)  dan  berlanjut sampai  korban  masuk  IGD  sebagai  pasien  di Rumah  Sakit  terdekat